ACHTUNG…!!! 6-LANGKAH-SEPARUHKUDETA (Top-Mandatory).

Rakyat sudah tidak-punya waktu lagi karena seperti yang kita lihat sendiri bahwa Pemerintah-NKRI benar-benar sudah buta-hatinurani dan hanya menjalankan perintah penyembah-Dajjal/Iblis saja, Sekarang juga harus laksanakan 6-LANGKAH-SEPARUHKUDETA. Siapa dan daerah-mana yang terlambat-memulai apalagi yang tidak-samasekali menjalankan 6LANGKAH Ini bakalan pasti-menyesal karena pasti-menderita dan langsung jadi budak-YahudiZionis. ITU PASTI…!!!


Foto penyerahan-Indonesia kepada IMF (illuminati YahudiZionis penyembah-Dajjal/Iblis) dengan cara:
Foto penyerahan-Indonesia kepada IMF (illuminati YahudiZionis penyembah-Dajjal/Iblis) dengan cara: “NKRI di-borgol pake persetujuan/patuh kepada intervensi kebijakan-ekonomi”. Penjajahan gaya-baru (neokolim) tidak-dengan militer lagi melainkan lewat ekonomi.

Foto penyerahan-Indonesia kepada IMF (illuminati YahudiZionis penyembah-Dajjal/Iblis) dengan cara:
Foto penyerahan-Indonesia kepada IMF (illuminati YahudiZionis penyembah-Dajjal/Iblis) dengan cara: “NKRI di-borgol pake persetujuan/patuh kepada intervensi kebijakan-ekonomi”. Penjajahan gaya-baru (neokolim) tidak-dengan militer lagi melainkan lewat ekonomi.
Foto penyerahan-Indonesia kepada IMF (illuminati YahudiZionis penyembah-Dajjal/Iblis) dengan cara:
Foto penyerahan-Indonesia kepada IMF (illuminati YahudiZionis penyembah-Dajjal/Iblis) dengan cara: “NKRI di-borgol pake persetujuan/patuh kepada intervensi kebijakan-ekonomi”. Penjajahan gaya-baru (neokolim) tidak-dengan militer lagi melainkan lewat ekonomi.

Makanya rakyat juga musti punya kekuatan(barikade), karena rakyat sekarang ini bukan dilindungi malahan sebenarnya sedang ditipu+dirampok oleh pemerintah sendiri (yang digerakan oleh mafia-koruptor didukung YahudiZionis/Illuminati). Kalo nggak-mau nurut lantas [kep]arat pasti ditugaskan untuk tangkap+kriminalilsasi+penjara kan orang-tidakbersalah. INI FAKTA-SEBENARNYA, JANGAN BERHALUSINASI SEOLAH KITA PUNYA APARAT(boro-boro, itu anjing-herder nya budak-illuminatiYahudiZionis penyembah-Dajjal dan pengikut-Iblis). Kita harus stay-fokus untuk langkah-langkah ini (6-langkah-separuhkudeta):
1. Seluruh daerah-Indonesia sudah-harus mulai bikin barisan-milisi masing-masing tapi harus terkoneksi dengan salah-satu perwira TNI dan terintegrasi satu-sama-lain nya (semacam pacta-pertahanan). Satu milisi di-serbu maka milisi lainnya harus datang membantu supaya tidak-mudah di-adudomba (devide et impera). Untuk langkah ini adalah tugas pemuda, tokoh-masyarakat dan kita semua rakyat-Indonesia. Kita disebelah bawah(sisi-rakyatIndonesia) harus siapkan apa saja yang kita butuhkan sampai ke situasi+kondisi kalau-kalau terjadi revolusi-mental, bentrok dengan satpol-PP dan polisi-[germo/korup] dan bahkan kalau terjadi PD3. Semua persiapan kita untuk ketahanan-rakyat sendiri kok, dan sebodo-amat dengan aparat-Illuminati. Seluruh rakyat di dunia pasti dilindungi dan dibantu pemerintah nya, kecuali rakyat-Indonesia. Dari dulu sejak lama memang NKRI ini bukan dibangun oleh pemerintah nya melainkan oleh rakyat-Indonesia sendiri secara auto-pilot. Pemerintah-RI cuman ngaku-ngaku menepuk-dada seolah berjasa padahal semu (cuman karena komisi/korupsi yang masuk dompret-pribadi mereka doank kok). Kali ini kemampuan auto-pilot rakyat-Indonesia sudah harus ditingkatkan ke bidang-pertahanan: “Bikin milisi dan bengkel-las/manufaktur untuk bikin senjata-rakitan (senapan full-automatic + RPG + SenapanOtomatis penangkis serangan-udara) secara home-industry”.;

2. Tidak-kalah pentingnya: “Mulai lah menabung dan bertransaksi dalam dinar dan dirham”. Karena kita memang memasuki Akhir-Zaman. Penggunaan Dinar dan Dirham sebagai uang kita akan melemahkan cengkeraman Illuminati(Yahudi-Zionis) yang mereka tanamkan melalui sistem-keuangan mereka (uang-kertas alias mata-uang yang ujung-ujung nya membuat negara kita selalu berhutang kepada kaum penyembah-Iblis).

Mulai bikin semua industri berbasis home-industri. Kalau perlu sampai sepeda-motor, mobil dan komputer dibikin home-industri. Tinggalkan budaya “Industri dilakoni oleh pemodal-kuat(orang-berduit) doank apalagi oleh aseng atau oleh yahudi-zionis”. SEMUA NYA KITA RAKYAT-INDONESIA HARUS LAKUKAN SECARA AUTO-PILOT. Ketika pecah Perang-Dunia3 atau bahkan jauh-sebelumnya (sejak sandira-pandemic ini dimainkan mereka), semua mata-uang tidak-akan ada gunanya. Uang anda apalagi Rupiah tidak-akan banyak-berguna. Rupiah walaupun sudah segepok tetap hanya seharga sandal-jepit bekas, buat beli sepiring-nasi pun belum tentu laku. Pemegang-Dinar/Dirham punya ruang-gerak lebih-banyak dan sudah dimulai dari sekarang bahkan;

3. Hindari bayar-pajak semaksimal-mungkin dan sebagai ganti nya: “Kita tabung dalam dinar/dirham atau gunakan untuk menolong sesama-manusia yang sedang terhimpit masalah(kemiskinan/kelaparan) secara langsung (tanpa-perantara)”. Karena uang-kita yang dibayarkan sebagai pajak akan dipakai oleh antek-Illuminati dalam pemerintahan+legislatif+alatnegara(termasuk polisi-germo) justru untuk melindas rakyat-Indonesia sendiri atau untuk memenuhi keinginan kaum penyembah-Iblis(Yahudi-Zionis). Kita rakyat-Indonesia yang bayar pajak tapi Rotschild-families(Illuminati) dan anteknya(mafia-koruptor/politisi-kotor) yang jadi boss di NKRI ini. Setidak-tidaknya: “Uang-pajak kita cuman untuk memper-gendut perutnya mafia-koruptor dan kaum antek-Illuminati”. Rakyat-Indonesia malah jadi budak dan sapi-perahan DOANK. Setiap rupiah dari pajak/uang kita akan dipakai untuk beli peluru dan menggaji satpol-PP atau polisi-germo untuk menangkapi dan memaksa kita rakyat-Indonesia dengan berbagai alasan yang mereka buat-buat sendiri demi menuruti keinginan penjajah-YahudiZionis(rotschild-families), yach misalkan pada “sandiwara/penipuan Covid19/Corona ini”. Makanya mending nggak-usah kita bayar pajak, hindari sebisa-mungkin. Sekalian kalo kas-negara kosong, kita tinggal suruh mereka bayar hutang kepada YahudiZionis dengan uang hasil korupsi/komisi mereka. Kita hands-off saja alias cuci-tangan. Tokh memang biasa juga gitu kok (kita/negara ini memang jalan secara auto-pilot). Hueheheh..;

4. Tetap waspadai “Alumnus Kudeta-PilPres2019″(Wahabi itu kaki-tangan Yahudi-Zionis melalui Saudi-Arabia yang berwajah Islam-palsu) terutama gerombolan-WahabiPKS nya, waspadai mafia-koruptor dan mafia-hukum di kepolisian. Indonesia nggak-punya polisi kok, yang ada cuman “penjahat-berseragam” alias polisi-germo (tukh liat aja Novel-Baswedan yang dianiya oleh polisi-germo dan pengadilan-sandiwara bikinan polisi-germo). Polisi di Indonesia cuman jadi alat-hegemoni mafia-koruptor dan politikus-kotor. Sama saja dengan DPR kok, DPR itu cuman kebon-binatang dan tak-lebih dari itu (sarang nya: Monyet, anjing, kecoak, buaya, uler, dll). Pendek kata: “Sarang dan alat mafia-koruptor yang ternyata di-dukung kaum-Illuminati(boss-nya Segitiga-Iblis[Saudi+Istael+USA])”.

5. “Persatuan Muslim-Sunni dan Muslim-Syiah adalah wajib”. Siapa yang mencoba benturkan kedua kelompok-Muslim ini adalah antek-YahudiZionis yang bermarkas di Saudi-Arabia (Dulu mereka biasa disebut: “Nashibi”, sekarang: “Wahabi/Salafi”). Makanya kita bisa lihat bahwa di Saudi-Arabia banyak-sekali dipakai logo Illuminati(Yahudi-Zionis).

;

6. Usahakan kita bikin City-Country (Fadak-Fatimah: DIY, Makassar, Bukittinggi dll), ini untuk selamatkan banyak-rakyat dari sistem-globalellite karena memiliki payung-hukum/ekonomi sendiri sekaligus jadi lumbung-beras rakyat-Indonesia yang berada diluar City-Country itu.

Kita tidak-perlu kudeta dan malahan jangan! Cukup separuh-kudeta saja, itu pun HANYA untuk mempertahankan hak kita (penghidupan, kehidupan, emas-tabungan kita dari aksi-perampokan mereka nantinya dan sistem-kemasyarakatan kita menurut agama-kita masing-masing[tetap-toleransi/Pancasila]). Cobaan-terberat kita nantinya (dan saat-ini) adalah: “Pengkhianat-Bangsa bermental-inlander”, karena mereka pasti menjual bangsa+negara kita (mengkhianati kita) demi sogokan-kekayaan untuk pribadi dan golongan-mereka sendiri.

Sandiwara-Corona berhasil dibongkar oleh people-power, lantas Muslim-Syiah dijadikan pelampiasan-amarah budak-illuminatiYahudiZionis.
Giliran KPK yang di-"kerjain".

Post Author: Ilham Firdaus